Orang yang berpikir sok dewasa, mengatakan bahwa dewasa itu tidak lagi bertingkah seperti anak-anak.
Kasihan sekali engkau duhai orang dewasa, yang menganggap dewasa diukur dari tingkah laku. Mari sedikit aku ajak jalan-jalan.
Kau tau, aku masih bermain dengan mobil-mobilan, membangun kota miniatur. Bercakap sendiri memerankan aneka peran. Aku artis profesional bagi imajinasiku sendiri bukan?
Aku masih mengumpulkan boneka pokemon satu demi satu, kadang pula aku berebut dengan anak-anak. Hei aku laki-laki, bukan masalah besar kan menyukai pokemon ? :)
Duduk bersila di toko mainan memperhatikan satu demi satu mainan disana. Bercengkarama dengan anak-anak tentang mainan-maianan yang “kami” sukai. Itu hal yang sangat menyenangkan.
Kasihan sekali orang-orang dewasa yang mengatakan bahwa dewasa itu tidak lagi bertingkah seperti anak-anak.
Pernahkan kalian para manusia sok dewasa memperhatikan anak-anak yang bermain?
Untuk sebuah permainan yang menurut orang “dewasa” sangat sederhana. Anak-anak mencurahkan seluruh tenaga dan perhatiannya kepada permainan tersebut seolah-olah tenaganya tiada habis.
Eh apa yang kamu lakukan orang dewasa? Duduk bermalas-malas sambil online? fufufufuu
Kasihan sekali orang-orang dewasa yang terjebak pada rutinitas, kehilangan waktu menyenangkan.
Mari aku ajak jalan-jalan ke toko mainan, disini ada segudang rekam jejak masa lalu kita. Kita pernah menjadi anak-anak bukan?
Pernahkah kalian bertanya, mengapa kita harus membuang sifat alami kita dulu sebagai anak-anak. Apa kamu malu untuk bermain seperti anak-anak?
Mengapa kalian harus membuang sifat kekanak-kanakan kalian yang alami demi dikatakan orang sebagai orang dewasa?
Kalian tega membunuh sisi lain dari diri kalian sendiri, biarkanlah ia tumbuh dan tetap menjadi bagian diri kita. Karena ingatlah, dewasa bukanlah soal apa yang dinilai orang lain.
Selama hidup kita akan menjadi seorang anak, dan kelak kita akan memiliki anak, cara terbaik memahami anak-anak adalah dengan menjadi anak-anak. Jangan pahami anak-anak dengan cara orang dewasa.
Selamat berkontemplasi :)
Hongpimpa Alaium Gambreng (sansekerta) : Dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain.